Sabtu, 26 Desember 2015

Identifikasi Kasus Anak dalam Kardus



 
Kasus Pembunuhan Anak dalam Kardus Kembali Membawa Duka 
 
 
6/10/15 Bintang.com, Jakarta Kasus pembunuhan pada anak kerap terjadi sejak dulu. Belum kering tetes air mata saat ketika Angeline dibunuh, kini muncul kembali sebuah kasus pembunuhan yang keji. Seorang anak gadis berusia sembilan tahun ditemukan di dalam kardus dalam keadaan tidak bernyawa. Kasus pembunuhan anak dalam kardus yang masih belum juga selesai kembali membawa duka dan ngeri bagi setiap kalangan. 
Namanya Fauzia, seorang murid SD yang cantik jelita. Ditemukan di dalam kardus tanpa identitas, di Kampung Belakang, Jalan Sahabat RT 006 RW 005, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (2/10) sekitar pukul 22.30.Kardus temukan oleh tiga warga setempat; Lukman (28), Ardi Wibowo (28), dan Welly Supriyanto (28).Ketiga orang tersebut bergidik ngeri saat menemukan sesosok gadis di dalam kardus. Bagaimana tidak, keadaan Fauzia saat itu sangat menyedihkan. Posisi badanya tertekuk dengan tangan dan kedua kaki mengarah ke dada. Dan yang lebih menyayat hati, Fauzia ditemukan dalam keadaan tidak berbusana serta mulutnya dibekap dengan lakban.
Sebelum orangtua Fauzia melaporkan kehilangan anak kepada pihak yang berwenang, Fauzia masih terlihat oleh masyarakat sekitar ketika jam pulang sekolah. Saat itu adalah hari Jumat. Seharusnya Fauzia pulang lebih awal dari biasanya. Salah satu saksi mata, sepupu korban, sempat melihat Fauzia berbelok ke arah sebuah gang yang tidak biasanya dia lalui. Sempat ditanya hendak ke mana, Fauzia hanya menjawab "mau main." Sepupunya kemudian mengejar hingga ke jalan buntu. Namun sosoknya tiba-tiba menghilang. Kasus ini masih belum selesai, meskipun kini jasad Fauzia sudah dimakamkan. Pelaku pembunuhannya pun belum juga ditemukan. Tapi, polisi sudah memiliki gambaran sang pelaku. Melalui CCTV, polisi menemukan dua orang pengendara motor yang membawa kardus. Satu orang membawa kardus coklat dengan strip berwarna biru. Satunya lagi, membawa kardus yang seluruhnya berwarna coklat. Pria ini mengenakan sweater abu-abu. 
Karena posisi CCTV berada di atas, dan dekat dengan lampu jalan, maka polisi tidak bisa mengenali plat nomor kedua motor yang terekam tersebut. Sampai sekarang, polisi masih mencari pelaku pembunuhan Fauzia, korban kasus pembunuhan anak dalam kardus. 
Identifikasi
Menurut saya, kasus diatas memiliki beberapa kemungkinan. Jika di identifikasi secara mendalam, ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus ini dapat terjadi. Yang pertama jika dilihat dari sisi Fauzia sebagai korban. Disini ada beberapa kemungkinan, yaitu Fauzia adalah seorang anak yang yang memiliki sikap tertutup, baik kepada orang tua maupun keluarganya. Hal ini dapat dibuktikan, ketika Fauzia ditanya oleh sepupunya hendak kemana, Fauzia hanya menjawab ingin pergi bermain tanpa menjelaskan lebih dalam lagi. Seperti ingin bermain dimana dan bersama siapa. Juga ada kecurigaan, mengapa Fauzia pergi kearah jalan yang biasanya tidak di lewatinya. Ketika sepupunya mengikutinya, dan ternyata jalan buntu, lalu tiba – tiba Fauzia menghilang. Kemungkinan selanjutnya adalah Fauzia janjian dengan seseorang yang asing, lalu di culik, diperkosa dan dibunuh.

Yang kedua jika dilihat dari sisi si tersangka. Tersangka ini kemungkinan memiliki gangguan kejiwaan. Alasannya adalah, korban dari pemerkosaan dan pembunuhan ini adalah perempuan yang baru berumur 9 tahun. Dapat dikatakan, tersangka adalah seseorang yang memiliki gangguan kejiwaan Pedophilia. Pedophilia adalah gangguan psikoseksual dimana tindakan fantasia atau sebenarnya terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak – anak sebelum pubertas. Pedophilia dapat dikatakan gangguan mental, bahkan di beberapa negara, kasus seperti ini adalah bentuk kriminal. Tersangka melakukan tindak kejahatan ini sepertinya telah direncanakan. Hal ini dapat terlihat dari tersangka yang sudah mempersiapkan kardus dan lakban untuk mengumpatkan mayat korban. Kemungkinan lain adalah, bisa saja tersangka setelah melakukan pemerkosaan mengalami ketakutan. Yang dikarenakan telah menyebabkan si korban trauma, dan karena takut akan masuk penjara karena hal pemerkosaan, si tersangka menghabisi nyawa korban lalu langsung kabur.



Pendekatan Psikologi
                Pendekatan psikologi yang dapat diterapkan untuk kasus ini adalah pendekatan kognitif (Cognitive Approach), pendekatan perilaku (Behavioral Approach) dan pendekatan psikoanalisa (Psychoanalytice Approach).
Ø  Pendekatan Kognitif (Cognitive Approach)
Pendekatan ini berfokus pada tersangka, seperti bagaimana tersangka memproses informasi yang didapat tentang Fauzia. Lalu bagaimana informasi ini mempengaruhi pikiran, dan apa yang dirasakannya. Melalui  pendekatan kognitif, kita dapat mengetahui bagaimana tersangka memiliki pola pikir dan penyebab dia memiliki niat seperti ini. Kita juga dapat mencari tahu faktor – faktor yang mempengaruhi mental tersangka tersebut. Jadi, pendekatan kognitif lebih berpusat pada bagaimana individu tersebut berpikir, mengingat, dan mempercayai sesuatu.

Ø  Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach)
Melalui pendekatan perilaku, kita dapat mempelajari bagaimana hubungan perilaku dan jiwa atau karakter tersangka. Seperti bagaimana sikapnya sehari -  hari sehingga dapat melakukan tindak kejahatan ini. Kita juga dapat mengidentifikasi dari bagaimana tersangka mendekati korban, sampai si korban dibunuhnya. Kita juga dapat mempelajari dari bagaimana tersangka berperilaku sebelum melakukan tindak kejahatan ini dan setelah melakukannya. Jika dilihat dari sisi korban, kita dapat mempelajari bagaimana korban berperilaku sehari – hari sehingga kejadian ini dapat terjadi padanya.

Ø  Pendekatan Psikoanalisa (Psychoanalytice Approach).
Melalui pendekatan psikoanalisa, kita dapat mengetahui apa motivasi dalam pemikiran tersangka. Kita juga dapat mengetahui apakah tersangka memiliki masalah – masalah psikologi yang tidak tersampaikan sehingga melakukan tindak kejahatan ini. Melalui pendekatan psikoanalisa kita dapat melihat bagaimana kecemasan yang ada dalam diri tersangka setelah melakukan tindak kejahatan ini. Pendekatan psikoanalisa lebih menekankan kepada analisa jiwa seseorang.
Kesimpulan dan Saran
            Kesimpulan dari kasus ini adalah, tersangka telah melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Fauzia, anak perempuan yang baru berumur 9 tahun. Fauzia ditemukan oleh 3 orang warga setempat dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Yang lebih tragis lagi adalah, Fauzia ditemukan di dalam sebuah kardus dengan keadaan kaki dan tangan diikat dengan lakban. Fauzia ditemukan dalam keadaan tidak berbusana, karena itu berdasarkan luka – luka pada korban, ini merupakan pemerkosaan.
            Tersangka sempat tertangkap CCTV, yaitu 2 orang laki – laki menggunakan sepeda  motor. Namun, plat nomor tersangka tidak kelihatan dan sedang di identifikasi. Ada seorang saksi yang sempat berbicara kepada korban sebelum kejadian ini terjadi. Dia adalah sepupu korban yang sudah curiga kepada korban akan pergi. Menurut kasus diatas, kemungkinan korban dengan gampangnya berkenalan dengan orang asing, dan sudah tidak jujur. Tapi di lain sisi, bisa jadi ini memang murni kasus pemerkosaan dan pembunuhan.
            Saran saya adalah, agar tersangka segera diketahui dan ditindak secara hukum. Namun jangan hanya hukuman penjara bertahun – tahun, namun disertai pendidikan yang mengubah pola pikir tersangka dan mengubahkan pribadi tersangka tersebut. Karena, hukuman ditahan dalam penjara selama bertahun – tahun bahkan puluhan tahun tidak ada gunanya jika tidak ada upaya menanamkan pola pikir yang benar di pikiran tersangka. Untuk orangtua, diharapkan menanamkan kepada anak sikap untuk terbuka dan jujur, dan mengingatkan kepada anak untuk tidak sembarangan mengenal orang asing.

Tips Liburan

Hai, sekarang aku mau kasih tips tips untuk liburan nih :)

1. Rencanakan dari jauh - jauh hari

    Merencanakan acara liburan dari jauh - jauh hari memiliki banyak manfaatnya loh! Contohnya jika kita sudah punya rencana pergi keluar kota atau negeri, kita bisa booking / beli tiket dengan harga yang biasanya lebih murah. Baik itu tiket pesawat, kereta, dll. Selain itu kita juga bisa pesan hotel/ home stay yang akan kita pakai sebagai tempat menginap loh! Bayangkan jika liburan kamu direncanakan mendadak, biasanya kamu akan mendapatkan tiket yang mahal bahkan kehabisan. trmpat - tempat penginapan juga akan penuh, lalu kamu mau tidur dimana? So, rencanakanlah liburan mu jauh - jauh hari.

2. Budget dan tempat liburan sesuai

    Kamu juga harus memikirkan biaya liburan kamu loh. Jangan paksakan bila memang dananya tidak mencukupi. Daripada utang sana sini, utang kartu kredit, lebih baik liburan dirumah bersama keluarga tidak jauh seru kok!

3. Tepat waktu!

    Jangan sampai kamu telat bangun ya saat mau liburan, bisa jadi kamu nanti ketinggalan pesawat. Ingat film home alone, yang dia tertinggal keluarganya karena telat bangun. Pergi di siang hari juga memungkinkan kamu terkena macet loh!  Gamau kan buang-buang waktu hanya untuk di jalan? Jadi, jangan telat bangun ya :)

4. Persiapkan keperluan

Persiapkan keperluan mu, paling tidak 1 atau 2 minggu sebelum berpergian. Packing yang mendadak memperbesar risiko barang - barang tertinggal loh. Lebih baik lagi jika kamu membuat list barang - barang yang harus dibawa. Jangan lupa bawa obat-obatan pribadi ya.

Ini tips aku nih buat kamu yang mau berpergian di liburan mendatang, terimakasih.

Kamis, 24 Desember 2015

Berjuang dalam keterbatasan


Berjuang dalam keterbatasan

Aku ingin menceritakan sedikit tentang seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus. Namanya adalah Fadel, berumur 1 tahun. Fadel adalah anak pertama dari dua bersaudara. Fadel adalah anak yang hiperaktif, yaitu anak yang tidak bisa diam, atau gampangnya sangat aktif. Di dalam sekolahnya, ia tergolong tuna grahita dengan IQ hanya 30 – 40. Fadel memiliki kesulitan dalam berbicara, namun ia tetap dapat menangkap informasi dari lawan bicaranya.

Pada saat Fadel berumur 3 hari, seperti bayi pada umumnya, suster rumah sakit menjemur Fadel di koridor rumah sakit. Namun setelah di jemur, tiba – tiba badan fadel menjadi biru dan keluar cairan biru dari hidungnya. Sejak saat itu, pertumbuhan Fadel tidak seperti bayi pada umumnya. Ibunya mengetahui kelainan pada Fadel, karena pada umur 6 bulan Fadel belum bisa mengangkat kepalanya layaknya bayi pada umumnya. Pada usia 1 tahun, Fadel baru bisa berbalik badan sendiri. Fadel baru dapat berjalan pada usia 5 tahun. Jika dilihat dari riwayat keluarga, tidak ada yang memiliki penyakit seperti ini. Dokterpun memberi alasan bahwa penyakit Fadel dikarenakan infeksi pencernaan. Namun Ibu Fadel tidak yakin bahwa itu adalah penyebabnya. Sampai sekarang, belum dapat diketahui penyebab sakit Fadel. 

Waktu kecil, Ibu Fadel sering membawa Fadel untuk kontrol ke dokter, namun tidak ada kemajuan. Karena alasan finansial, Ibu Fadel tidak membawa Fadel ke dokter lagi. Untuk masalah makanan, Fadel adalah anak yang suka apa saja, ia tidak suka makanan yang garing. Fadel sangat menyukai kue bolu. Fadel baru masuk SLB pada tahun ini. Tadinya Fadel privat dirumah untuk pendidikan TKnya. Walaupun Fadel sudah berumur 10 tahun, namun Fadel seperti anak berumur 4 tahun. Fadel sangat menyukai menonton film, ia juga sangat menyayangi adiknya yang baru berumur 11 bulan. Fadel tidak pernah merasakan kelelahan di sekolah. Ibu Fadel menyekolahkan Fadel di SLB karena untuk Fadel senang. Tetangga dirumah Fadel sangat menjauhkan Fadel. Tak jarang Fadel sering menangis karena hal itu.

Walaupun dengan keterbatasan Fadel, sang Ibu tidak pernah lelah untuk membuat anaknya tersenyum. Janganlah keterbatasan kita membuat kita terhambat dalam semua aspek.

Review Film “Sunshine Becomes You”


Review Film “Sunshine Becomes You”

Hai, sekarang aku mau review nih film Sunshine Becomes You. Ada yang belom nonton? Film ini baru tayang tanggal 23 Desember 2015 kemarin loh. Kemarin aku nonton di CGV Blitz di Teras Kota, BSD, Tangerang Selatan. Harga tiketnya hanya 25 ribu saja untuk film Indonesia di weekdays. Dan kamu tidak perlu repot – repot ngantri jika sudah memiliki member card CGV Blitz loh.

Syuting film ini berlokasi di New York. Ini merupakan film dari novel Sunshine Becomes You, karya Ilana Tan. Di awal filmnya, menggambarkan Mia Clark yang diperankan oleh Nabila JKT48 adalah seorang guru tari balet kontemporer.  Dalam sanggar tari tersebut, ada Ray Hirano (Boy William), yaitu guru tari B-Boy yang menyukai Mia secara diam – diam. Ray sering menceritakan tentang Mia kepada kakaknya. Kakak Ray bernama Alex, ya Alex Hirano (Herjunot Ali), seorang pianis terkenal di dunia yang sangat perfectionis. Saat Ray ingin mempertemukan Mia dengan Alex, ada sebuah insiden. Tiba – tiba Mia terjatuh dari tangga dan mengenai Alex, sehingga tangan kiri Alex terkilir dan harus di perban selama 2 bulan. Alex sangat kesal pada Mia, karenanya ia harus cancel semua konser tournya. Mia yang sangat merasa bersalah menawarkan diri untuk menjadi tangan kiri Alex. Alex menyerahkan semua pekerjaan rumah, memasak, belanja, sebagai supir kepada Mia. Mia yang awalnya menjalankan hal itu dengan berat hati, namun lama kelamaan menjadi terbiasa. Karena setiap harinya Alex bertemu dengan Mia, timbul benih – benih cinta di hati keduanya. Bahkan dapat dikatakan, Mia lebih memiliki rasa terhadap Alex dibandingan Ray. Alex yang memiliki hati yang keras, keras kepala namun lama kelamaan bisa luluh hatinya karena Mia. Alex sangat curiga, mengapa Mia yang menari sangat indah itu hanya mengabdikan dirinya di sanggat nari yang kecil. Lama kelamaan Alex mengetahui bahwa Mia adalah lulusan Julliard dan merupakan 5 penari balet kontemporer terbaik di dunia. Saat Mia bersama Alex menghadiri private party Dee Black, yaitu seorang penari terkenal, Mia mengalami serangan Jantung. Alex sangat panik dan ketakutan. Mia baru menceritakan kepada Alex bahwa ia memiliki keadaan jantung yang lemah sejak 1,5 tahun yang lalu. Obat – obatan dari dokter tidak membuat Mia menjadi lebih baik. Dokter mengharuskan Mia untuk transplantasi jantung sebagai jalan terakhir. Mia akhirnya memutuskan untuk mengikuti konser Dee Black. Ia ingin sekali menari, walaupun mungkin itu menjadi tarian terakhirnya diatas panggung. Ketika Alex mengetahuinya, Alex sangat mengkhawatirkan kondisi Mia. Hingga konser itu tiba, semua orang sangat terpukau dengan tarian Mia Clark. Namun, diatas panggung itu, Mia terjatuh pingsang. Kondisi Mia tiap hari makin memburuk di rumah sakit. Dokter sudah mendapatkan donor jantung untuk Mia. Tiap hari Alex datang untuk bertemu Mia, namun Mia tidak mau menemuinya. Mia tidak mau Alex sedih karena ia tahu bahwa ia akan meninggalkan Alex. Setelah transplantasi jantung itu, tubuh Mia menolak jantung yang baru, dan Mia meninggalkan Alex, keluarganya untuk selamanya. Ada satu lagu yang dibuat Alex untuk Mia, judulnya adalah Sunshine Becomes You.


Penasaran detail ceritanya? Yuk nonton film ini di bioskop kesayangan kamu.

Kamis, 10 Desember 2015

Ma Li dan Zhai Xiao Wei


Ma Li dan Zhai Xiao Wei
Keindahan dari keterbatasan 
            Jika kita melihat seseorang menari ballet, tentu kita akan merasa kagum akan keindahan tarian itu. Penari ballet dapat begitu lentur menari dang menghasilkan tarian yang sangat indah. Tari ballet dapat dipelajari semua orang, namun tidak mudah untuk mempelajarinya. Hal ini dikarenakan dibutuhkan kesabaran, kelentukan badan, dan passion untuk menari ballet sendiri. Seorang penari ballet, dapat menghasilkan tarian yang indah karena memiliki hati untuk menari.

            Menari ballet sangat memerlukan gerakan tangan yang lentur, dan kaki untuk melompat. Namun, apakah kalian dapat membayangkan menari tanpa lengan atau tanpa kaki? Ma Li dan Zhai Xiao Wei adalah pasangan penari yang memiliki kekurangan. Ma Li kehilangan tangan kanannya, dan Xiao Wei kehilangan kaki kirinya. Ini bukan merupakan suatu kendala bagi mereka, namun kekurangan mereka dapat saling melengkapi satu dengan lainnya. 

Ma Li awalnya adalah seorang balerina profesional yang berasal dari Provinsi Henan, China. Ia kehilangan tangannya pada saat umur 19 tahun. Pada saat itu, Ma Li mengalami kecelakaan mobil, yang berakibat mengharuskan tangan kanannya diamputasi. Apakah anda dapat membayangkan, menari tanpa lengan? Perasaan inilah yang dialami oleh Ma Li. Ia sangat frustrasi, dan hilang harapan. Namun, karena dukungan keluarga, ia keluar dari keterpurukannya. Ia mulai mencoba melakukan semua pekerjaan dengan 1 lengannya, dan mulai terbiasa lama kelamaan. Pada akhirnya, tahun 2001 ia kembali ke dunia tari, dunia yang ia cintai. Menari dengan satu lengan saja bukan hal yang mudah. Ia mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan, terutama saat gerakan memutar. Kerja keras Ma Li tidak sia – sia. Ia berhasil mendapatkan medali emas dalam ajang kejuaraan yang memang diperuntukkan untuk orang – orang cacat. Dari situ ia mendapatkan kekuatan dari oaring – oaring yang senasib dengannya.

Zhai Xiao Wei adalah seorang pemuda yang telah kehilangan kaki kirinya karena diamputasi juga. Pada umur 4 tahun, Wei terjatuh dari sebuah traktor. Ia terpaksa kehilangan kaki kirinya karena harus diamputasi. Namun, dukungan dari orangtua membuat Wei tumbuh dengan keoptimisan. Bahkan Wei dapat menjadi seorang atlet. Ia menjadi atle lompat tinggi, lompat jauh, berenang dan balap sepeda.
 
Pertemuan Ma Li dan Xiao Wei yaitu pada tahun 2005, saat Wei sedang berlatih untuk lomba balap sepeda nasional. Ma Li sangat yakin bahwa Wei adalah pasangan penari yang tepat untuknya. Ma Li mengajak Wei untuk menjadi penari. Namun Wei berpikir bagaimana ia dapat menari dengan 1 kaki saja. Ma Li memberikan tiket konser tari kepada Wei. Disaat Wei melihat Ma Li menari dengan begitu indah dengan keterbatasannya, Wei setuju untuk menjadi pasangan penari Ma Li. Setiap hari mereka berlatih dari pukul 8 sampai 11 malam. Kerja kerasnya tidak sia – sia. Pada April 2007, Ma Li dan Xiao Wei berhasil mendapatkan medali perak di lomba tari “4th CCTV National Dance Competition”. 

Sejak saat itu tarian mereka menjadi motivasi dan menginspirasi bagi setiap orang yang menontonnya. Dari kekurangan,mereka, Ma Li dan Wei dan menciptakan suatu tarian yang indah. Keindahan itu tidak dihasilkan dari suatu keutuhan dan kesempuranaan saja, namun keindahan juga dapat diciptakan dari kekurangan dan keterbatasan manusia. (El)

Sumber            :           www.sayangi.com

Senin, 07 Desember 2015

Perjalanan Iman Kristianiku

Perjalanan Iman Kristiani
Saya dilahirkan di dalam keluarga Kristen. Sejak kecil saya sudah mengenal gereja Tuhan. Dari kecil orangtua saya sudah membawa saya ke sekolah minggu. Saya ingat, waktu kelas 2 SD, saya bergereja di GBI Bethany Depok. Pengalaman yang saya ingat pada saat itu adalah, pensil warna saya tertinggal di sekolah minggu, dan saya sudah tidak gereja disitu lagi.
Selanjutnya, saya pindah gereja tidak jauh dirumah. Pada saat itu, gereja saya berada di dalam gedung bioskop di Pamulang. Kemudian gereja saya pindah tempat di sebuah ruko. Gereja saya pindah, dikarenakan dilarang membuka gereja di dalam Gedung Bioskop itu. Akhirnya, gereja saya menetap di gedung olahraga di dekat danau Pamulang. Saya bergereja disitu sekitar 2 tahun. Setelah itu, saya pindah gereja kembali ke GBI Isuzu di BSD. Namun, tidak lama setelah saya pindah, gereja itu pecah menjadi GBI WITC dan GBI KIA.Saya pindah gereja lagi ke GBI KIA. Dapat dikitakan saya bergereja cukup lama di GBI KIA, kira – kira 6 tahun. Saya sangat aktif dalam kegiatan sekolah minggu, atau yang disebut Gereja Anak. Orangtua saya adalah pengerja di dalam gereja tersebut, sehingga dalam seminggu saya dapat pergi ke gereja 3-4 kali dalam seminggu. Acara gereja yang paling unik dimiliki GBI KIA adalag Doa Terobosan. Doa ini diadakan minggu terakhir setiap bulannya, dan diadakan pada jam 10-12 malam.
Disaat umur saya menginjak 12 tahun, seperti yang diketahui gereja GBI mengharuskan untuk baptis selam. Namun, pada saat itu, gembala sidang gereja saya sedang terserang penyakit yang mengakibatkan jarang mengikuti kegiatan gereja. Saya sangat mengenal gembala sidang tersebut, Pdt. Kornelius Setiawan, beliau sangat ramah dan menjadi contoh bagi kami.  Saya sangat sedih ketika beliau sakit parah yang mengharuskannya di rawat di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Kondisinya semakin memburuk dan Tuhan memanggilnya. Kedudukannya kemudian digantikan oleh istrinya, namun setelah beberapa bulan, GBI KIA mengalami masalah internal sehingga timbul perpecahan. Kami seperti domba – domba yang hilang. Saya bersama keluarga saya pindah ke GBI Junction, namun hanya selama 6 bulan kami menjadi jemaat di gereja itu, dan pindah ke GBI WTC, gereja saya saat ini.
            Saya berumur 14 tahun saat saya masuk ke GBI WTC. Gereja ini sangat welcome dengan kehadiran keluarga saya. Pada 24 Oktober 2012, saya pun memutuskan untuk di baptis. Saya dibaptis oleh wakil gembala GBI WTC, yaitu Pdp. Djuhardi Hardja. Saya mendapatkan nama baptis yaitu Debora.