Kamis, 19 November 2015

Jalan - jalan ke Museum Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2015

 Kami sekelompok, yang terdiri dari Dwi Rosita , Elisa, Hardian Ekawati, Yuly, dan Afina Romadhona. Kami sekelompok tertarik melakukan kunjungan ke MUSEUM NASIONAL INDONESIA di Jl. Medan Merdeka dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah kami yaitu IBD (Ilmu Budaya Dasar). 

Untuk bisa menempuh perjalanan ke museum gajah kami sekelompok memilih akses yang mudah yaitu naik kereta api dari Stasiun Pancasila menuju Stasiun Juanda. Setelah tiba di Stasiun Juanda, terlihat ada warung makan “SOTO MADURA” di pinggir jalan. Wah kebetulan sekali perut kami lapar bukan main. Daripada nanti pingsan lebih baik kami menyiapkan amunisi sebelum berperang. Setelah makan siang selesai, kami meneruskan perjalanan dengan menaiki “BUS KELILING IBU KOTA” yang di desain begitu apik layaknya bus yang ada di kota LONDON yang bertingkat. Bedanya bus ini tertutup, fasilitas yang cukup memadai dan yang terpenting full AC hehehe. Hampir setengah jam kami mengantre dengan penumpang lainnya lho. Bus ini memang dikhususkan untuk berwisata keliling monas untuk wisatawan, dan tidak dipungut biaya sepeser pun (FREE) jadi wajar saja kalau banyak yang ingin menaiki bus ini. Bukan warga jakarta namanya jika belum pernah mencoba menaiki bus ini hehe dijamin ketagihan! 


Akhirnya kami tiba di tempat tujuan setelah berkeliling jakarta melewati bundaran HI. Tepat sekali kami berhenti di depan MUSEUM NASIONAL. Pemandangan awal yang begitu menyegarkan mata dan menggugah semangat untuk melakukan penelitian. Bangunan kokoh bercat putih, ornamen keramik yang bernilai seni, dan tanaman hijau yang menyegarkan membuat saya semakin penasaran “sebetulnya di dalam ada apa saja, sampai ramai pengunjung seperti itu?”. Bayangkan saja banyak sekali pengunjung dari berbagai belahan dunia, seperti turis Australia, China, Jepang, Irak dan masih banyak turis lainnya lagi.




Waktu Kunjungan
Senin dan hari besar nasional : Tutup
Selasa - Jum'at : 08.00 - 16.00
Sabtu - Minggu : 08.00 - 17.00 

Tiket Masuk
1. Pengunjung Perorangan :
a. Dewasa : Rp 5.000,- 
b. Anak-anak : Rp 2.000,- 

2. Pengunjung Rombongan (minimum 20 orang)
a. Dewasa : Rp 3.000,- 
b. Anak-anak (TK s.d. SMA) : Rp 1.000,- 

3. Pengunjung Asing : Rp 10.000,-




Nah, rincian harga diatas sangat amat terjangkau bukan? 


Bagi kami harga Rp5000.- bukanlah harga yang mahal, justru itu merupakan harga yang terjangkau. Ya memang kebanyakan museum di jakarta tidak dikenakan biaya masuk tetapi dengan kita membayar sesuai dengan tarif diatas hasilnya akan sebanding dengan setelah apa yang kita dapatkan di dalam museum, lagipula dengan membayar kita sudah dapat membantu perekonomian Indonesia lho. Setelah beberapa menit berjalan kecil, kami disuguhkan dengan berbagai serba serbi menarik semacam merchandise. Jadi disana juga sedang diadakan pameran sekaligus bazar bagi yang ingin berbelanja. Sayangnya kami mahasiswi, uangnya lebih baik kami simpan rapat-rapat ya meskipun lapar mata hehe.

Pameran yang sedang diadakan di dalam MUSEUM NASIONAL 



 Museum Nasional Indonesia memiliki 2 gedung yaitu Gedung A dan Gedung B. Gedung A hanya ada di lantai bawah. Di dalam Gedung A, ada 6 koleksi di enam ruangan berbeda yang bisa kita gali lebih dalam ketika sudah berkeliling. Anda akan terpikat dengan suasana di dalam museum ini yang begitu mengagumkan! Semua kekayaan SDM di Indonesia akan terlihat semuanya disini. Koleksi sejarah, tekstil, keramik, etnografi, prasejarah, dan arkeologi serta ratusan bahkan ribuan patung-patung mulai patung Ganesha saat masuk kedalam pintu dan kemudian disamping kanan kiri patung Ganesha kita bisa melihat lain halnya. 

Ada 4 lantai dari tujuh lantai di Gedung B yang dikhususkan untuk memajang ribuan koleksi yang dikategorikan menjadi berbagai unsur budaya yang dipadu dengan dimensi bentuk, waktu, dan ruang. Lantai 1 Gedung B atau Gedung Arca berisi mengenai manusia dan lingkungan. Lantai 2 berisi berbagai koleksi budaya yang mengerucut pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi. Lantai 3, akan disuguhkan koleksi-koleksi mengenai kehidupan masyarakat dalam berorganisasi. Lantai 4 atau lantai terakhir merupakan koleksi khasanah emas dan kemarik dipajangkan. 

Awalnya kami masuk ke Gedung A, disana adalah tempat arca-arca. Ada patung Siwa, Ganesha, Garuda dan masih banyak lagi. Disini terdapat patung-patung dewa-dewa dan tokoh-tokoh yang kita kenal saat belajar sejarah di bangku sekolah lho. Ruangan arca -arca ini terbuka, dengan rumput yang begitu hijau. Lalu ruangan selanjutnya, kami melihat benda-benda kecil di pajang dalam lemari kaca. Ternyata itu merupakan peralatan-peralatan yang digunakan pada masa kerajaan dahulu. Berikutnya kami melihat berbagai pajangan keramik dari Cina, Vietnam, Thailand dan Jepang. Setelah itu kami melihat miniature yang begitu detail dari rumah-rumah adat di Indonesia. Ada juga ruangan yang berisi ilmu pengetahuan manusia-manusia prasejarah. Museum ini begitu banyak hal yang dapat dipelajari. 

Didalam museum diperbolehkan untuk mengambil foto, maupun berfoto. Namun ada beberapa tempat dimana kami tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar. Menurut kami, museum nasional merupakan sarana yang interaktif untuk menjadi tempat belajar. Mengapa? Karena disini kita dapat belajar sekaligus melihat langsung, tidak hanya membayangkannya saja. Barang-barang bersejarah disana sangat dijaga dengan baik, dan terlihat kebersihannya. Hanya saja patung-patung atau arca- arcanya tidak sedikit yang mengalami kerusakan. Ada bagian-bagian arca yang tampak pernah pecah. Semoga pihak-pihak museum bisa menjaga warisan budaya kita ini ya. Agar anak dan cucu-cucu kita dapat melihat warisan budaya Indonesia yang kaya ini. Tapi tidak hanya pihak museumnya, kita sebagai pengunjung harus berperilaku baik juga saat berada di museum. Jangan sampai dengan sengaja atau tidak sengaja merusaknya. 



Beberapa prasasti, arca, alat musik, tempat tidur dewi, artefak, ornamen keramik, kerajinan tangan, serta rumah adat peninggalan pada zaman dahulu.
















  










Bisa kita lihat bahwa banyak sekali peninggalan prasejarah masa lampau, namun itu hanya sebagian ruangan saja yang sempat kami kunjungi karena terbatasnya waktu. Ruangan yang begitu luas tak sempat kami nikmati semua. Rasa lelah sudah menghampi, meskipun tersedia eskalator dan lift namun tetap saja kami merasa lemas. Namun cukup puas, disana kami mendapatkan banyak pengetahuan, menjadi berpikir luas akan kekayaan ini serta dapat menyimpulkan hal-hal yang kecil sekalipun. 

Kami akan berbagi foto kebahagian...





Wajah-wajah yang sangat bahagia bukan? 

Terima kasih sudah membaca blog kami, semoga kalian mendapatkan hal yang bermanfaat. 

Selasa, 20 Oktober 2015

Resensi Puisi


TANAH AIR
Karya Elanda Rosi DS

apa pula kupersembahkan padamu,o tanah air yang lapar terbaring
dahaga beramuk membakar seluruh rimba dan pantai
kehidupan kian gulita bagai gua mengubur kematian
jerit anak negeri membahana tangannya berlumur dendam

apa pula kupersembahkan kepadamu, o tanah bunda yang dahaga terlentang
sepanjang bukitbarisan maut liar di lubuk malam
bau darah tersebar di rimba para
dan tubuh yang rebah tersia berkaca meratapi angkasa

apa pula kupersembahkan padamu,o tanah air yang beratap api dan darah
kamilah ini warga negara dengan umbai kasih sayang tumpah bertumpah
karena kami hanya pengembara
yang berkasih sayang dengan cinta

           
            Saya menyukai puisi ini karena, kata-kata dalam tiap barisnya begitu dalam. Menggambarkan bagaimana keadaan tanah air Indonesia setelah merdeka.Bagaimana setelah kemerdekaan, rakyat belum benar-benar merdeka.Hal ini dapat kita liat pada baris keempat pada bait pertama “jerit anak negeri membahana tangannya berlumur dendam”.Elanda menggambarkan keputus-asaan sebagai warga negara.Karena tidak dapat mengupayakan tanah air ini.Banyak korban jiwa, yaitu pahlawan tanpa nama yang mati sia-sia dalam membela tanah air.Hal ini diungkapkannya dalam bait puisinya kedua.Dan di bait terakhir dia menjelaskan.Bagaimana dirinya sebagai rakyat tidak dapat melakukan apa-apa untuk tanah airnya.Itulah kira-kira mengenai puisi Elanda Rosi DS.

Sinopsis Film God's not dead



Sinopsis God’s not dead
 http://www.networknorwich.co.uk/Images/content/213/658594.jpg

Film ini menceritakan tentang mahasiswa yang bernama Josh, yang mengikuti mata kuliah filsafat. Kelas tersebut diajar oleh seorang ateis atau tidak memiliki agama bernama Profesor Radisson. Di dalam kelasnya, Profesor Radisson menjelaskan bahwa Tuhan tidak ada, Tuhan sudah mati. Ia menjelaskan bahwa kita bisa hidup tanpa memerlukan Tuhan. Di akhir waktu mengajarnya, ia mengharuskan setiap mahasiswa untuk menuliskan “ God is dead “ di selembar kertas dan menandatanganinya sebagai syarat kelulusan. Josh yang beragama Kristen tidak mau melakukan hal tersebut. Josh bersikeras menolaknya, dan hanya ia yang menolaknya. Karena itu Professor Robisson menawarkan, Josh harus melakukan presentasi dalam 3 kali pertemuan di akhir semester tentang keyakinannya bahwa “ God’s not dead “. Teman – temannya yang kira – kira sebanyak 80 oranglah yang akan menilainya.

Profesor Radisson memiliki seorang kekasih bernama Mina. Mina adalah seorang gadis yang beragama Kristen. Namun tak jarang, Mina diejek di depan teman – teman Radisson. Teman – teman Radisson menertawai keberadaan Tuhan. Menurut mereka, Tuhan sudah mati, dan orang – orang yang mempercayai Tuhan tidak mati adalah bodoh. Mina memiliki seoprang kakak, yaitu Mark. Mark adalah seorang pengusaha sukses yang tidak mempercayai Tuhan. Mina sering meminta Mark untuk menemui ibu mereka yang memiliki sakit pikun. Namun, Mark tidak pernah mau dengan alasan dirinya sibuk. Mark memiliki kekasih bernama Amy. Namun, setelah Amy memberitahu Mark bahwa ia sakit kanker, Mark memutuskan hubungannya. Mark tidak mau menerima kekurangan Amy, dan dengan mudahnya meninggalkan Amy.

Pada debatnya yang pertama, Radisson dapat berargumen melawan pernyataan yang diberikan Josh. Kara, kekasih Josh tidak setuju dengan tindakan Josh melawan Profesor Radisson. Kara memutuskan Josh, karena takut hal ini akan mempengaruhi masa depan mereka. Saat mereka ribut di kantin, seorang perempuan bernama Aisyah mendengarnya. Aisyah memiliki ayah yang beragama bukan Kristen. Namun pada 1 tahun terakhir, Ia percaya pada Yesus, bahwa Yesus adalah juruselamatnya. Ia menyembunyikan keyakinan ini di depan ayahnya. Namun, pada saat ayah Aisyah mengetahui hal tersebut, ia menampar Aisyah dan mengusir Aisyah dari rumahnya.

Pada akhir debat Josh dan Radisson, Josh memberikan poin – poin yang meyakinkan teman – temannya bahwa Tuhan tidak mati. Radisson mulai terbawa emosi, dan Josh benar – benar melihat suatu kejanggalan, mengapa Radisson sangat membenci Allah. Ia bertanya pada Radisson 3 kali, mengapa ia membenci Allah. Radissonpun menjawab, Ia kecewa pada saat ia kecil ketika ibunya sakit, ia meminta Tuhan menolong ibunya. Namun, kenyataannya berbeda, ibu Radisson meninggal, dan itu menimbulkan luka serta kebencian di dalam hati Radisson. Josh sekali lagi bertanya, mengapa Radisson dapat membenci Allah yang menurutnya Allah itu tidak ada. Pada akhirnya, mahasiswa bernama Martin dengan berani berdiri dan mengatakan “ God’s not dead “. Mahasiswa lain satu persatu berdiri hingga seluruh kelas berdiri dan mengatakan mempercayai Tuhan tidak mati. Radisson keluar dari kelas karena merasa kalah.

Selesai kuliah, Josh mengajak Martin untuk menonton konser Newsboys yang merupakan band Kristen. Mina dan Aisyah juga datang ke konser itu. Sebelum konser dimulai, Amy masuk ke ruangan Newsboys dan minta untuk didoakan. Newsboys yakin Tuhan telah menyembuhkan Amy dan Tuhan memiliki rencana yang indah dalam hidup Amy. Radisson di ruang kerjanya, termenung dan membaca surat peninggalan Ibunya. Radissonpun memutuskan untuk rujuk dengan Mina. Namun, dalam perjalanannya menemui Mina, Radisson ditabrak dan sekarat. Seorang pastur yang ada di tempat kejadian, mendorong Radisson untuk percaya kepada Tuhan, dan di akhir hembusan nafasnya, Radisson menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Mark menemui Ibunya, dan mengejek ibunya. Ibunya berkata, ada iblis dalam hidup Mark yang membuat kesuksesan supaya Mark tidak butuh Tuhan. Dalam konser Newsboys, ditampilkanlah video Willie Robertson yang mengungkapan selamat kepada seorang pemuda yang telah membela Tuhan didepan Profesornya. Di akhir konser tersebut Newsboys meminta seluruh penonton untuk mengirim pesan bertuliskan “ God’s not dead “ dan lagu terakhir yang berjudul God’s not dead dinyanyikan dam semua penonton bersukacita.